MEMBANGUN GERAKAN PERJUANGAN PETANI NANGGUNG

Konsolidasi aksi Petani Nanggung, Bogor (28/6)
Konsolidasi aksi Petani Nanggung, Bogor (28/6)

Berbagai hiruk pikuk suasana demokrasi menjelang Pilpres 2014 terus bergema, terkadang suasanya memekakkan telinga, bahkan menyentuh rasa. Hampir seluruh media baik cetak, elektronik maupun media sosial selalu menayangkan berbagai menu poltik dagang sapi yang hadir menurut berbagai persepsi mereka, kebenaran seakan menjadi suram terkubur oleh keogoisan kepentingan yang nyata.

Ditengah hiruk pikuk kebisingan politik, nan jauh di sudut desa di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terdapat tangan-tangan kreatif dan ramah yang selalu mengukir keseimbangan alam agar menemukan kedamaian. Situasi tersebut tercermin dalam diskusi dan obrolan yang sederhana, ringan tapi mengandung makna mendalam, sehingga topiknya selalu menyentuh sendi-sendi kearifan lokal yang mereka pertankan demi kedamaian bumi pertiwi ini.

Tidak ada wartawan, awak media yang meliput, bahkan topiknya berbeda dengan issu mainstream saat ini. Substansinya adalah melakukan upaya untuk membangun bangsa berawal dari desa.

Aliansi Masyarakat Nanggung Transpormatif (AMANAT)

Lebih dari 300 kk petani yang tersebar di 3 Desa di Kecamatan Nanggung yaitu : Desa Nanggung, Desa Curugbitung dan Desa Cisarua, telah melakukan penggarapan dilahan ex- Hevindo yang telah habis masa Hak Guna Usaha sejak Desember 2013 lalu. Masyarakat Nanggung telah mengelolaanya sejak 3 tahun yang lalu bahkan beberapa diantanaranya mengaku menggarap sejak puluhan tahun yang lalu.

Secara keseluruhan lahan HGU Ex- PT Hevindo telah digarap oleh masyarakat setempat yang tersebar di 3 desa, Curugbitung, Nanggung dan Cisarua Kecamatan Nanggung. Tiap penggarap rata mengelola tanah seluas 2500 -10.000 m2 dengan ditanami oleh berbagai jenis tanaman buah, sayuran, kayu dan lain sebagainya. Sebagian besar cara pengelolaannya dilakukan secara tradisional.

Aliansi Masyarakat Nanggung Transpormatif (Amanat) merupakan organisasi tani yang memperjuangkan hak atas tanah tesebut diatas. Secara organisasi Amanat telah melakukan berbagai kegiatan dari konsolidasi, sosialisasi, Kongres dan penguatan kapasitas kelembagaan. Dalam menjalankan fungsinya, Amanat dibantu oleh jaringan pendukung seperti RMI, Sawit Watch, JKPP, Huma, Sajogjo Institute dan pendukung lainnya, namun RMI ditempatkan sebagai CO/pendamping masyarakat serta pengatur informasi jaringan dan advokasi.

Agenda

Untuk memperkuat ideologisasi gerakan tani, Amanat beserta RMI telah melakukan kegiatan penguatan organisasi melalui

  1. Peningkatan Kapasitas;

  2. Melakukan pendataan penggarap dan garapan;

  3. Melakukan advokasi dan perluasan jaringan

  4. Membuat Rencana Kerja Amanat

Peningkatan KapasitasFGD di Kampung Dukuh Kaung membahas agenda Amanat, Nanggung, Bogor (15/6)

Untuk mempertebal keyakinan akan gerakan rakyat dalam menguasai, mengelola dan mempertahankan hak atas tanahnya, maka perlu dilakukan agenda penguatan dan peningkatan kapasitas individu maupun kelembagaannya sehingga gerakan tani menjadi gerakan yang masif dan terstruktur.

Agenda tersebut dilakukan melalui beberapa kegiatan, target dan output yang berbeda namun akan saling melengkapi. Kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Focus Group Discussion (FGD) di tiap kampung;

Model FGD tiap kampung ini dilakukan tergantung kesiapan masing-masing penggarap utnuk melaksanakannya. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman secara mendalam mengenai arah dan tujuan memperjuangkan hak atas tanah, kebijakan agraria, evaluasi dan refleksi organisasi, arah dan gerak Organisasi Amanat serta merumuskan agenda bersama yang harus dilakukan kedepan.

Melalui FGD kampung ini tergali banyak informasi penting yang terekam, diantaranya (a) terjalinnya komunikasi aktif antara anggota dengan anggota, pengurus dan pendamping. (b) Tersampaikannya ide dan gagasan bersama melalui sharing informasi antar anggota. (c) Terdapatnya upaya pemecahan masalah (problem solving) diantara anggota. (d) peningkatan solidaritas antar sesama penggarap, dan (e). tersusunnya perencanaan dan agenda bersama secara partisipatif. (f) Evaluasi dan Refleksi organisasi tingkat kampung.

  1. Pendidikan Kader Pemuda Tani;

Pergerakan perjuangan hak atas tanah harus dilakukan secara massiv dan komprehensif, artinya gerakan ini harus menyentuh seluruh level yang berhubungan dan berkesinambungan. Atas hal ini, maka perlu dilakukan penguatan perempuan dn kader pemuda tani agar konsep gerakan reforma agraria ini semakin dipahami oleh seluruh masyarakat.

Kegiatan : Membentuk organisasi pemuda tani di Kampung Dukuh Kawung, Nanggung.

Anak muda yang tergabung dalam Barisan Anak Tani (BARET) kampung Dukuh Kaung membuat kerajinan carangka untuk pengganti polibag (20/6)Tujuannya adalah merangsang kader muda untuk menjadi bagian dari proses gerakan reforma agraria serta memberikan pengetahuan yang luas tentang proses, cita-cita, dan ideologisasi gerakan tani.

Secara umum kegiatan pendidikan tersebut dilakukan melalui: diskusi kelompok, menyusun perencanan, role play, permainan, serta praktek lapangan.

Hasil yang diperoleh :

  • Terbentuknya organisasi pemuda dengan nama BARET ( Barisan Remaja Tani);

  • Tersusunya kepengurusan BARET;

  • Tersusunnya rencana kerja organisasi yaitu memanfaatkan pengelolaan pekarangan melalui pembibitan dan tanaman dengan model polibag ( Tomat, Cabe, dan sayuran lainnya)

  1. Pendidikan Perempuan

Dari sebagian besar penggarap di Nanggung, yang paling lama dan paling sering berada dilahan garapan adalah kaum perempuan.

Abi mah ti jam 8 oge tos di kebon, kadang-kadang dugika sonten” Tutur Idah (50) warga Ranca Bakti.

Pendidikan perempuan di Dusun Siranggap, Nanggung, Bogor (20/6)Pengelolaan garapan sebagian besar dilakukan oleh kaum perempuan, hal ini dapat dijadikan asumsi bahwa kekuatan gerakan refoma agraria dijaga dan dirawat terutama oleh kaum perempuan. Atas dasar itu kaum perempuan di Nanggung harus ditempatkan sebagai kelompok utama dalam menerima peningkatan pengetahuan dan kesejahteraan dari sektor agraria. Pendidikan perempuan akan dilakukan di tiap kampung secara bergiliran

Kendala yang dihadapi

  • Penggarap masih belum sepenuhnya memahami arah gerak/ visi misi organisasi Amanat;

  • Kelembagaan Amanat di tingkat kampung masih belum berjalan maksimal, bahkan ada diantaranya korkam yang belum sama sekali mengadakan musyawarah;

B. Pendataan Penggarap

Pendataan organisasi dilakukan untuk memperkuat gerakan hak atas tanah yang telah diperjuangkan dengan melakukan pendataan penggarap. Pendataan penggarap bertujuan untuk mengetahui identitas penggarap, luas garapan, blok dan peta blok garapan masing-masing, dan identifikasi produksi dan paska produksinya.

Kegiatan ini meliputi :

  1. Pemetaan secara rincik;

  2. Pendataan identitas penggarap secara update;Petugas pemetaan sedang merekap hasil

  3. Pengukuran luas garapan;

  4. Identifikasi garapan dan hasil produksi;

Kegiatan pemetaan dilakukan dengan model partisipatif dengan melibatkan pengurus Amanat, Korkam dan penggarap. Kegiatan ini dilakukan dari tanggal 7- 28 Juni 2014 di Desa Nanggung dan Di Desa Curugbitung dari tanggal 28 Juni 2014, sampai saat ini masih belum selesai karena puasa Ramadhan.

Hasil yang diperoleh :

  1. Data penggarap dan garapan yang terbaru;

  2. Peta rincik

Kendala :

  1. Keterbatasan personil dalam penggunaan GPS;

  2. Lokasi garapan yang curam dan tebing sehingga menyulitkan petugas;

  3. Ada perubahan data awal penggarap disebabkan : garapan dijual, terlalu luas sehingga dibagi 2 dengan keluarganya;

C. Melakukan Advokasi

  1. Pendidikan Hukum Kritis

  1. PembelaanIMG_6878

Pembelaan hukum dilakukan terhadap Salik (35) warga Rancabakti, Desa Nanggung, Kec. Nanggung Bogor yang di panggil Polsek Nanggung terkait tduhan perusakan pohon sawit pada (25/6) di Blok Rancabakti, Nanggung.

Yang dilakukan antara lain :

  1. Konsolidasi dengan seluruh pengurus Amanat pada Hari Jum’at (27/6) di Rumah Korkam Cibitung;

  2. Konsolidari dengan seluruh penggarap pada Sabtu pagi (28/6) di Pasirpeuteuy;

  3. Mengirimkan utusan untuk penjajagan berbagai kemungkinan hukum ke Polsek Nanggung;

  4. Pendampingan Sdr. Salik menghadap Penyidik di Polsek Nanggung pada Sabtu (28/6) Pukul 13.30 WIB oleh tim Advokasi Amanat;

  5. Konsolidasi massa aksi seluruh penggarap pada Sabtu (28/6) pukul 14.00 WIB untuk antisipasi berbagai macam kemungkinan.

  6. Tim Advokasi beserta Sdr. Salik kembali dari Polsek pada Sabtu (28/6) Pukul 16.00WIB.

  7. Massa bubar dan dilanjutkan dengan konsolidasi terbatas seluruh korkam dan pengurus Amanat.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *