Menuju Desa-desa Melek Informasi dan Teknologi di Kab. Lebak

Festival Desa Melek IT_Bangga pakai .idPemanfaatan website oleh desa memberikan harapan baru untuk pengarusutamaan isu dan kepentingan desa. Desa bisa menyebarluaskan pengalaman, sumber daya, dan kekayaan pengetahuan untuk menunjang kegiatan pembangunan desa. Terlebih Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) telah melayani domain DESA.ID sebagai identitas desa di dunia internet. Desa bisa memberitakan hal-hal yang selama ini tak muncul dalam media-media arus utama. Lebih dari itu, melalui pemanfaatan teknologi dan keterbukaan informasi, peluang bagi desa untuk promosi produk unggulan serta tata kelola sumber daya desa.

UU Nomor 6 Tahun 2014 Pasal 86 menyebutkan bahwa desa berhak mendapatkan akses informasi melalui sistem informasi desa yang dikembangkan oleh pemerintah kabupaten/kota. Sistem informasi desa yang wajib dikembangkan meliputi fasilitas perangkat keras dan perangkat lunak, jaringan, serta sumber daya manusia. Sistem informasi tersebut dikelola oleh pemerintah desa dan dapat diakses oleh masyarakat desa dan semua pemangku kepentingan. Kontennya meliputi data desa, data pembangunan desa, kawasan perdesaan, serta informasi lain yang berkaitan dengan pembangunan desa dan pembangunan kawasan perdesaan.

Di lain sisi, desa memiliki kekuatan besar untuk mendorong upaya-upaya perubahan sosial. Desa pun kaya aspek pengetahuan yang dapat menjadi bahan pembelajaran pembangunan dan pengembangan komunitas, contohnya desa memiliki keunikan sumber daya ekonomi dengan model pengelolaan yang beragam. Selama ini kekayaan sumber daya ekonomi baru bisa dikelola pada level desa dan tidak diketahui oleh pihak-pihak lain yang berkemungkinan terkait namun berada di luar desa.

Festival Desa Melek IT_photo bersama usai pengukuhan RTIK LebakTeknologi informasi berperan penting bagi desa untuk :

  1. Menunjang kinerja pelayanan pemerintahan desa kepada rakyat desa;
  2. Teknologi informasi juga dapat menunjang database semua informasi desa seperti data kependudukan, data pertanahan, data aset desa, data sumber-sumber ekonomi desa;
  3. Database Desa bermanfaat bagi desa untuk perlindungan hak dasar penduduk rakyat desa, mulai dari usaha mencari kerja sampai antisipasi dini terhadap traficking (perdagangan manusia termasuk perempuan dan anak);
  4. Mendorong desa melakukan pemetaan terhadap segala sumber daya ekonomi di desa. Sehingga dapat mendorong desa untuk memaksimalkan seluruh sumber daya tersebut bagi peningkatan ekonomi desa.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) harus disikapi dengan cepat dan tepat oleh desa. Namun, TIK bukan sekadar kepemilikan alat teknologi semata, melainkan juga kemampuan dan keinginan memanfaatkannya secara maksimal untuk kemajuan desa itu sendiri.

Manfaat penggunaan Internet desa secara lebih luas dapat dimaksimalkan untuk berbagai kepentingan promosi dan informasi perdesaan agar mampu berdaya saing dalam era digital melalui pendampingan dan pelatihan khusunya bagi perangkat desa. Tujuan pengelolaan dan penggunaan website desa antara lain:

  1. Mempromosikan website resmi Pemerintah Desa di Kabupaten Lebak, Banten sebagai sarana penyebarluasan informasi;

  2. Memberikan keterampilan pengelolaan website bagi pemerintah desa sehingga desa mampu mendorong promosi/pemasaran potensi dan produk unggulan desa;

  3. Menyiapkan Steakholder desa yang membantu pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di desa-desa, menangani kendala yang muncul di lapangan, dan peningkatan kapasitas TIK dalam jangka panjang;

  4. Mendorong penyelenggaraan keterbukaan informasi publik;

  5. Merancang strategi kerjasama antarpelaku perdesaan, seperti pemerintah desa, pemerintah supradesa, organisasi nonpemerintah, pelaku usaha, pegiat online, media massa, dalam pengarusutamaan isu-isu dan potensi desa.

Ketersediaan akses internet dan portal desa idealnya mendorong desa untuk mendayagunakan sejumlah metode dan teknik pengelolaan informasi untuk menuju desa mandiri teknologi, yaitu desa yang mampu memberikan layanan keterbukaan informasi dan sumber rujukan pengetahuan tentang desa.

Desa-desa di Kabupaten Lebak Provinsi Banten, telah menjadi wilayah kerja pengembangan model implementasi Sistem Informasi Desa dan Kawasan sejak 2014 melalui proses pendampingan Rimbawan Muda Indonesia (RMI) dan Gerakan Desa Membangun (GDM). Hingga saat ini sudah ada 38 Desa yang sudah menggunakan domain DESA.ID di 4 Kecamatan di Kabupaten Lebak yaitu sebagai berikut :

  1. Kecamatan Sobang sebanyak 10 Desa,
  2. Kecamatan Muncang sebanyak 12 Desa;
  3. Kecamatan Sajira sebanyak 15 Desa;
  4. Kecamatan Cirinten sebanyak 1 Desa yaitu Desa Cibarani

pelatihan pengelolaan website desa_festival desa melek itDalam perkembangannya, website desa tersebut telah banyak mewarnai cara pandang masyarakat desa terutama dalam mengakses informasi desa dan yang lainnya melalui perangkat digital yang berkembang saat ini. Bagi pemerintah desa,  Sistem Informasi Desa (SID) sudah menjadi kebutuhan desa sesuai  yang tertuang dalam perencanaan pembangunan SID melalui dana Anggaran Dana Desa.

Dukungan pengelolaan SID di Kabupaten Lebak disupport oleh Kepala BPMPD Kab. Lebak. hal ini merupakan angin segar bagi pola pengawalan dan pendampingan kedepannya. Namun masih perlu pola koordinasi yang tepa sehingga peran sivil society dan pemerintah dapat seiring sejalan demi pemberdayaan desa yang maksimal.

Dari 38 Desa yang sudah dikelola websitenya, baru 15 Desa yang sudah dikelola dan 7 diantaranya telah dikelola dengan baik. Sementara sisanya sebanyak 23 desa lain belum dikelola sama sekali. Atas data ini, maka akan dilakukan pendampingan lanjutan bagi desa-desa yang sudah punya website, yang belum dan yang akan dijadikan skala prioritas kedepan.

Hambatannya adalah sebagai berikut :

  1. Infra srtuktur jaringan yang tidak merata, sehingga banyak desa-desa yang kesulitan sinyal internet;
  2. Dukungan Sumberdaya Manusia (SDM) pengelola yang masih terbatas dalam mengakses keterampilan dan pendidikan komputer berupa dukungan  pelatihan dan pengembangan kapasitas perangkat dalam pengelolaan website desa;
  3. Dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lebak dan Pemerintah Desa itu sendiri dalam memahami pentingnya keterbukaan informasi publik dan Sistem Informasi Desa (SID);
  4. Perencanaan dan penganggaran SID dalam RPJMDes belum sepenuhnya masuk/dianggarkan;
  5. Beleum adanya keterpaduan antara pemerintah Pusat, Daerah dengan siil sociaty yang melakukan pendampingan lapang dalam mewujudkan satu visi yang sama, yakni masyarakat desa yang informatif;

Catatan pentingnya adalah bagaimana Sistem Informasi Desa (SID) yang bergulir ini dipandang sebagai bagian dari kebutuhan yang nampak oleh para perangkat desanya masing, tidak dilihat sebagai projek atau program. Tentu saja jawabannya ada diniat dan keinginan masing-masing untuk mewujudkannya.

Tidak hanya untuk Kabupaten Lebak, Banten, banyak desa-desa lain di Indonesia yang perlu sentuhan dari tangan-tangan dingin untuk merubah asa menjadi nyata, Desa yang berdaulat atas informasi!

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *