Membangun Teknologi dan Informasi ala Baduy

anah, penenun BaduyBaduy merupakan salah satu masyarakat adat di Kabupaten Lebak yang memiliki produk kerajinan tangan yang masih dipertahankan hingga kini. Kain tenun, koja, golok, madu, gula aren, jahe dan banyak lainnya.

Rizky, Kemenko PMK saat mengikuti pembukaan pelatihan SID BaduyDemikian disampaikan oleh Agus Sukanta, Sekretaris Kecamatan Leuwi Damar dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID) untuk Promosi Produk Masyarakat Baduy pada Senin (30/5/2016) di Rumah Singgah, Kampung Kaduketug Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar, Lebak-Banten.

Agus menyatakan bahwa saat ini ada lebih dari 500 perempuan penenun yang ada di Baduy. Sayangnya, penjualan tenun Baduy belum bisa dilakukan secara optimal, hanya terbatas penjualan langsung kepada wisatawan yang berkunjung ke Baduy.

pelatihan pemenfaatan SID untuk promosi produk masyarakat baduy_RMISelain tenun, berbagai produk kerajinan lain juga dihasilkan oleh masyarakat Baduy, seperti selendang, baju, celana, ikat kepala, sarung serta golok/parang, Koja dan Jarog (tas yang terbuat dari kulit kayu Teureup), dan berbagai aksesoris lainnya. Hasil kerajinan tersebut memiliki kekhasan yang unik, baik dari segi bahan maupun bentuknya yang berbeda dengan daerah lain. Masyarakat Baduy masih menggunakan produk kerajinan sebagai barang kebutuhan mereka sehari-hari yang menunjukkan ciri khas masyarakat Baduy yang diwariskan oleh karuhun mereka.

pelatihan it_ibu-ibu penenun baduyHal senada disampaikan oleh Kepala Desa Kanekes, Jaro Saija, dalam sambutannya. Menurutnya persoalan yang dihadapi saat ini adalah kurangnya promosi dan akses pasar bagi produk-produk kerajinan yang dihasilkan masyarakat Baduy, padahal peluang pasar untuk produk lokal, hasil kerajinan masyarakat adat, sangat diminati berbagai kalangan. Kondisi tersebut mendorong perlunya terobosan baru agar tercipta peluang untuk memperluas jaringan pasar produksi masyarakat Baduy, salah satunya pemanfaatan teknologi informasi.

pelatihan it_baduy“Penerapan teknologi dan informasi bagi masyarakat Baduy ini masih menjadi tantangan hingga saat ini. karena Masyarakat Baduy memiliki aturan adat yang membatasi penggunaan teknologi dalam kehidupan, sehingga masih perlu dijajaki dulu peluang penggunaan teknologi informasi ini dengan pembahasan yang melibatkan beberapa komponen masyarakat Baduy”

pelatihan it_ibu-ibu baduy“Namun untuk  Pemerintah Desa Kanekes sendiri membutuhkan pemanfaatan teknologi informasi ini untuk penyebarluasan potensi dan informasi yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat” ujarnya.

Rizki Sinindra, Kasubid Permodalan dan Ekonomi Mikro Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, (Kemenko PMK-RI) mengatakan apresiasinya atas inisiatif dan gagasan dari masyarakat Baduy yang sudah mau melangkah maju demi meningkatkan ekonomi masyarakatnya.

sowat songket pengikat bathin“Kemenko PMK mendukung penuh kegiatan ini melalui Program Peduli yang difasilitasi oleh Kemitraan dan Rimbawan Muda Indonesia (RMI), semoga dapat mewujudkan mimpi dan harapan Masyarakat Baduy”

Diakhir pembukaan, Rizky beserta tamu pendukung lainnya yakni, Agus Sukanta (Sekmat Leuwidamar, Yasir Sani (Kemitraan), Lia Harliani Pribadi (The Asia Foundation), dan Rojak Nurhawan (RMI Bogor)  mendapatkan cinderamata berupa selendang tenun Sowat Songket khas Baduy dari Jaro Saija.

pelatihan it_photo bersama“Ini merupakan simbol ikatan lahir dan bathin, ikatan kerjasama agar tenun Baduy atau produk lainnya makin maju dan mendunia” ujar Saija.

Pelatihan pemanfaatan SID untuk promosi produk Masyarakat Baduy dilaksanakan dari Senin – Selasa (30-31/5/2016)  diikuti oleh 25 orang peserta yang terdiri dari Perangkat Desa Kanekes dan Ibu-ibu pengrajin tenun Baduy untuk dapat mulai memahami peluang dan strategi alternatif penjualan produk mereka sendiri menggunakan teknologi.

kanekes.desa.idSaat ini, Pemerintah Desa Kanekes sudah memiliki website desa telah mempunyai website desa yakni kanekes.desa.id yang difasilitasi oleh Relawan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (RTIK Kab. Lebak) dan pegiat Gerakan Desa Membangun (GDM) yang turut serta membantu kegiatan ini.

Pelatihan ini juga sekaligus peluncuran secara resmi website yang kelak berfungsi sebagai media informasi berbagai kegiatan masyarakat Baduy, termasuk potensi desa dan berbagai produk yang dihasilkan. #IDInklusif

By; Aji / Indri Guli

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *