Mengenal Komunitas DedemIT (1)

Dedemit adalah istilah umum yang digunakan pada penampakan makhluk halus yang biasanya menjadi mitos di kalangan penduduk pada daerah – daerah pedalaman Indonesia, desa – desa bahkan di kawasan kota yang terkenal angker (Wikipedia).

Istilah Dedemit yang dimaksud adalah sebuah Komunitas Desa-desa Melek Informasi dan Teknologi atau dikenal dengan nama Komunitas Dedem-IT atau Demit.

Kilas Balik

Komunitas Dedemit awal berdiri di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat pada 12 Juli 2013 dan berkedudukan di Jl. Panoongan Bolenglang Kel. Kertasari Kec. Ciamis Kab. Ciamis.

Pendiri komunitas ini terdiri dari perangkat desa, pegiat pemberdayaan TIK,  Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Kab. Ciamis, pegiat PNPM Peduli perdesaan, dan pegiat desa yang tergabung dalam gerakan desa membangun yang mempunyai kepedulian untuk menyebarluaskan serta Membangun tata kelola pemerintahan terbuka (Open Governance) melalui pengelolaan informasi pedesaan yang prima dengan prinsip efektivitas, transparansi, dan akuntabel.

Komunitas DedemIT merupakan wadah gerakan sosial untuk mendorong terwujudnya pemerintah desa yang ramah dengan informasi dan teknologi yang murah, legal dan positif melalui “Penerapan TIK untuk Membangun Pemerintahan Desa yang Terbuka (Open Governance)”. 

Komunitas ini juga mendorong agar desa bisa memperoleh kedaulatan atas data dan sumberdaya yang ada untuk kesejahteraan.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Komunitas meliputi : Pelatihan TIK bagi perangkat desa, pengenalan operating system menggunakan open source, pelatihan pengelolaan keuangan desa, workshop perencanaan pembangunan desa, serta asistensi pengelolaan informasi desa melalui portal desa menggunakan domain desa.id

Dalam perkembangannya, Komunitas Dedemit muncul diberbagai tempat seperti di Kecamatan Sobang dan Sajira Kabupaten Lebak, Banten dan Dedemit Lampung di Kabupaten Pesawaran, Lampung.

Akhir tahun 2013,  tercatat sebanyak 58 Desa yang terdiri dari 18 Kecamatan  yang telah bergabung dengan DedemIT Ciamis dan telah mempunyai website desa dan 9 diantaranya telah menggunakan domain resmi desa yakni desa.id. Sementara yang lainnya masih dalam proses pengajuan ke Pengelola Domain Internet Indonesia (PANDI) di Jakarta.

Perkembangan lainnya yaitu di Kabupaten Bogor terdapat 8 Desa, dan di Kabupaten Lebak, Banten, Desa Melek IT diperkuat oleh Yayasan Rimbawan Muda Indonesia (RMI Bogor) melalui program Peduli pada tahun 2014 dengan mengambil  dua desa sebagai pilot projek, yakni Desa Cirompang Kec. Sobang dan Desa Jagaraksa Kec. Muncang Kab. Lebak, Satu tahun kemudian berkembang menjadi 64 Desa.

Di Lampung, perkembangan Desa-desa Melek IT dikampanyekan oleh Rifky Indrawan, pegiat Gerakan Desa Membangun (GDM) dan aktivis Jaringan Radio Komunitas Lampung (JRKL).

Mulai dari Dana Nol Rupiah

Membangun sistem informasi komunikasi warga melalui pemanfaatan Teknologi dan Informasi (TIK) tidak terlepas dari peranan pihak-pihak yang mendukung terhadap kegiatan tersebut. Namun dalam perkembangannya hingga saat ini, Komunitas Dedemit tidak mempunyai dana khusus untuk biaya operasional kegiatannya.

Seluruh perangkat yang terlibat dalam kegiatan ini adalah volunteer atau sukarelawan, sehingga setiap perjalanan pemberdayaan TIK di perdesaan ini mempunyai cerita tersendiri dan unik yang tidak akan habis untuk dikupas dalam berbagai dinamika perjalanannya.

Cerita uniknya akan dimuat dalam episode mendatang, jadi mohon bersabar…

Walaupun tidak mempunyai dana khusus dalam pemenuhan kebutuhan biaya operasional, komunitas ini mengenal istilah “udunan atau saweran” yakni pengumpulan materi secara sukarela.

Dari setiap pertemuan desa ke desa, komunitas ke komunitas selalu dibangun dengan model udunan ini, sehingga terjalin komunikasi yang aktif tidak hanya persoalan substansi tapi juga terbangun rasa kebersamaan dan kekeluargaan.

Hal lainnya, sedikit mengurangi atau tidak sama sekali berperan “main-main projek” sehingga setiap output yang diperoleh sangat organik dan tidak sekadar asal jadi.

Membangun harmonisasi pemberdayaan teknologi dan informasi masyarakat perdesaan bukan perkara yang gampang dan murah, namun memulai dari yang kita mampu bukan dari yang kita mau merupakan prinsip yang selalu diyakini oleh para pegiat Dedemit dimanapun berada.

Berikut ini, dokumentasi perjalanan Komunitas Desa-desa Melek IT dari waktu ke waktu.

To be continue

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *