Tujuh Hal Tentang Mama Aleta Fund (MAF)

Setelah sekian lama mengagumi perjuangannya, akhirnya berkesempatan untuk bertemu dengan Aleta Baun pada peluncuran Mama Aleta Fund (MAF) di Ke-Kini Kafe, Jakarta pada Sabtu (11/3).

Aleta Baun, dikenal dengan Mama Aleta, perempuan asal Mollo, Nusa Tenggara Timur peraih penghargaan Lingkungan Hidup, Goldman Enviromental Prize Award 2013, di San Fransisco, California, Amerika Serikat,  merupakan penghargaan dalam memperjuangkan dan menyelamatkan masyarakat adat dan alam.

Bagi Mama Aleta, penghargaan itu tidak hanya sebagai momentum pengakuan dari dunia global, tapi juga untuk dirinya agar dapat membantu perempuan lain berjuang.

“Saya memikirkan bagaimana bisa melanjutkan perjuangan saya, selamatkan dan memulihkan alam. Bagaimana dana ini diabadikan agar bisa membantu kaum perempuan lain dalam melanjutkan pekerjaan ini” katanya saat memberikan sambutan pada peluncuran awal Mama Aleta Fund di KeKini, Sabtu (11/3).

Baca: Mama Aleta Fund: Menyelamatkan ruang hidup, menyelamatkan alam

Goldman Prize Award 2013 memberikan hadiah sebesar US$150 ribu atau sekitar Rp 1,4 miliar kala itu. Meskipun ini penghargaan individu, tapi Aleta Baun menginginkan hadiah tersebut digunakan untuk membantu perempuan yang berjuang serupa yaitu berjuang menyelamatkan ruang hidup dan memulihkan alam. Aleta kemudian meminta Samdhana Institute untuk membantunya mewujudkan cita-citanya itu dan Samdhana bersedia mambantu.

Pada April 2014, Aleta Baun dan Samdhana Institute mengundang beberapa lembaga dan inividu untuk diajak mendiskusikan tentang rencana pendirian Mama Aleta Fund (MAF) dan kemudian programnya  disosialisasikan pada peluncuran awal pada 11 Maret 2017 di Jakarta, sementara Grand Lounchingnya direncanakan pada 8 April 2017 di Molo, NTT.

Untuk yang ingin mengetahui tentang Mama Aleta Fund (MAF), ikuti ulasannya disini.

1. Apa Mama Aleta Fund (MAF)
MAF merupakan lembaga pendanaan yang bertujuan mendukung (1). Perjuangan masyarakat, khususnya perempuan, dalam mempertahankan wilayah dan berjuang menolak perusakan alam; (2) Pengembangan dan penguatan generasi baru masyarakat, dengan ikatan sosial, terutama yang dirajut para perempuan, atas tantangan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan dan menghadapi tantangan perubahan iklim; (3) Keberlanjutan pangan dan pengembangan ekonomi kreatif, terutama penghidupan kaum perempuan yang berkaitan dengan keselamatan rakyat dan pemulihan alam; (4) Pertukaran pengalaman antar wilayah untuk pembelajaran dan pengetahuan mengenai kepemimpinan perempuan.

2. Mengapa MAF
MAF mendukung pendanaa dan pengetahuan bagi perempuan pejuang tanah air serta mempromosikan kepemimpinan perempuan.

3. Apa yang didukung MAF
– Fellowship. dukungan pendanaan, pertukaran pengetahuan, jejaring kerja, serta bantuan perlindungan hukum bagi perempuan yang akan/sedang melakukan perjuangan di lingkungannya.
– Beasiswa Lulbas. biaya hidup bulanan selama satu putaran musim bagi generasi muda yang berdesia belajar di kampung, dan berperan sebagai pelajar sekaligus peneliti. Lulbas bisa mahasiswa, peneliti, akademisi, yang memeiliki keterampilan dan minat terkait isu perempuan dan pelestarian alam.

4. Siapa yang bisa mengakses MAF
Perempuan di Indonesia bagian TImur yang akan/sedang berjuang menyelamatkan ruang hidup dan memulihkan alam

5. Kapan dukungan MAF diberikan
Dukungan diberikan per siklus musim, maksimal dua musim atau setara dengan periode 12 bulan

6. Dimana dukungan MAF diberikan
Dukungan MAF diberikan untuk perempuan di Indonesia bagian Timur.

7. Bagaimana dukungan MAF diberikan
Perorangan dan lembaga bisa merekomendasikan dan menominasikan kandidat penerima MAF sesuai urgensi masalah yang dihadapi (keterancaman) dan isnisisasi yang diusung bukan berdasarkan proyek/program. MAF menerima dan memprtimbangakan usulan permusim, atau dua kali dalam setahun.

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *