Revolusi Mental Melalui Pendidikan Literasi Digital

Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyelenggarakan rapat koordinasi akhir tahun terkait pentingnya pemberdayaan masyarakat dalam penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada Rabu hingga Kamis (27-28/12/2017) di Morrissey  Hotel, Jl. KH. Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta.

Kegiatan diselenggarakan dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) melalui  literasi digital dengan mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan internet yang bijak,  peningkatan kapasitas TIK    di seluruh Indonesia.

Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) merupakan  program yang akan disusun RTIK pada tahun 2018 beberapa institusi mendukung gerakan RTIK antara lain Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan juga gerakan SIBERKREASI yang merupakan gerakan nasional dimana salah satu pendukung aktifnya adalah Relawan TIK Indonesia.

Hadir dalam kesempatan tersebut Deputi VII yang juga merangkap Plt. Deputi V Kemenko PMK Bidang Koordinasi Kebudayaan I Nyoman Shuida, Asisten Deputi Nilai dan Kreativitas Budaya Kemenko PMK, Ir. Iwan Eka Setiawan, M.Sc, pegiat SIBERKREASI, Donny BU, Kasubdit Peningkatan Kapasitas TIK, Harry Hartono, Ketua Umum Relawan TIK, Fajar Eri Dianto serta perwakilan leader RTIK beserta anggotanya.

I Nyoman Shuida mengatakan Relawan TIK saat ini mempunyai peranan penting dalam  pembangunan  Gerakan Nasional Revolusi Mental (GRNM) terutama kiprahnya dalam memberikan edukasi literasi digital bagi masyarakat.

“Bahaya cyber,  menjadi sindikat pemecah belah bangsa merupakan ancaman yang nyata untuk bangsa ini. Sehingga perlu  pendampingan bagi para pegiat media digital dalam meningkatkan semangat literasinya” ujarnya.

“Saat ini pengguna internet meningkat,  tapi tingkat literasinya masih rendah, sehingga warga sangat rentan berbagai bahaya cyber”

Asisten Deputi Nilai dan Kreativitas Budaya Kemenko PMK, Ir. Iwan Eka Setiawan, M.Sc dalam sambutannya menegaskan adanya kolaborasi RTIK dalam GNRM selama ini memberi dampak positif, terutama dalam hal literasi digital terkait konten kreatif anak-anak muda tingkat sekolah dalam program Revolusi Mental yang berlangsung sepanjang tahun 2017 lalu di 34 Provinsi.

Hal senada disampaikan pegiat SIBERKREASI, Donny BU mengatakan, selama tahun 2016 sebanyak 773 ribu konten pornografi  diblokir oleh pemerintah. Hal tersebut menegaskan jika negara-negara lain sudah banyak melakukan  hal yang sama.  Misalnya Jepang, India melalui pendekatan edukatif  masyarakat perdesaan,  Arab Saudi melalui Terorist Monitoring Center untuk mencegah radikalisme secara daring di media sosial.

“Dengan ini kontribusi RTIK diharapkan semakin nyata, terutama membangun konten positif misalnya buku yang terkait literasi digital untuk membantu gerakan literasi digital yang saat ini krusial untuk dilakukan” terang Donny.

Ditambahkan Donny, pola pendekatan RTIK dalam literasi digial dapat menggunakan pendekatan struktural maupun sektoral.

Menurutnya, Pendekatan struktural dapat berupa program pemerintah,  misalnya program-program  pembentukan infrastruktur digital.  Sedangkan pendekatan sektoral khusus  untuk pelaku digital,  yang fleksibel yang dapat menyesuaikan  kebutuhan daerah.

Kasubdit Peningkatan Kapasitas TIK, Harry Hartono, bahwa ancaman riil yang mengikuti tingkat penggunaan TIK utamanya Internet di Masyarakat. Oleh karenanya, perlu peran banyak pihak untuk menjadikan internet sebagai media yang membuat masyarakat produktif dan kreatif, bukan hanya sebagai konsumen dan kerap menjadi korban kejahatan baru di dunia maya/siber.

“Revolusi Mental adalah suatu gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala.” pungkas Ketum RTIK, Fajar Eri Dianto.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *